Mengangkat Tangan Kala Berdoa

Mengangkat Tangan Kala Berdoa

Sebagian golongan muslimin tidak mau mengangkat kedua tangan ketika berdoa. Alasan mereka tidak ada dalil dari Rasulallah shalllahu'alaihiwasallam dan sebagai amalan bid’ah. Sebenarnya, ini sama sekali tidak ada larangan dalam agama, malah sebaliknya ada hadis bahwa Rasulallah shalllahu'alaihi wasallam mengangkat tangan waktu berdoa. Hal ini, dilakukan pula para pakar Islam dari berbagai mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan lain sebagainya). Hal ini termasuk adab atau tata tertib cara berdoa kepada Allah subhaanahuwata'aala sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadis berikut:

 

**Dalam kitab Riyadus Shalihin karya Imam Nawawi diriwayatkan hadis,  Sa’ad bin Abi Waqash r.a. berkata, “Kami bersama Rasulallah shalllahu'alaihi wasallam keluar dari Makkah menuju ke Madinah. Ketika kami mendekati Azwara tiba-tiba Rasulallah shalllahu'alaihiwasallam turun dari kendaraannya. 

Kemudian beliau shalllahu'alaihiwasallam mengangkat kedua tangan dan berdoa sejenak lalu sujud lama sekali, kemudian bangun mengangkat kedua tangannya berdoa, kemudian sujud kembali, di ulanginya perbuatan itu tiga kali. Kemudian Nabi shalllahu'alaihiwasallam bersabda,‘Sesungguhnya saya minta kepada Tuhan supaya di-izinkan memberikan syafa’at (bantuan) bagi umatku, saya sujud syukur kepada Tuhanku, kemudian saya mengangkat kepala dan minta pula kepada Tuhan dan diperkenankan untuk sepertiga, saya sujud syukur kepada Tuhan, kemudian saya mengangkat kepala berdoa minta untuk umatku, maka diterima oleh Tuhan, maka saya sujud syukur kepada Tuhanku.’” (HR. Abu Dawud).                                                                                                               

 

**Dalam kitab Fiqih Sunnah Sayid Sabiq ,kitab yang sering diandalkan oleh golongan pengingkar [terjemahan]  jilid 4 cet. pertama tahun 1978 hal. 275 di terbitkan oleh PT Alma’arif, Bandung, disebutkan, “Imam Abu Daud meriwayatkan hadis dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulallah shalllahu'alaihi wasallam bersabda,

‘Jika kamu memohon (berdoa kepada Allah jallajalaaluh) hendaklah dengan mengangkat kedua tanganmu setentang kedua bahumu atau kira-kira setentangnya dan jika istighfar dengan menunjuk dengan sebuah jari, dan jika berdoa dengan melepas semua jari-jemari tangan.’”   

                                                                 

Bahkan, dalam hadis itu kita diberi tahu sampai dimana batas sunnahnya mengangkat tangan waktu berdoa, dan disunnahkan menunjuk sebuah jari waktu mohon ampunan, melepas semua jari-jari tangan (membuka telapak tangannya) waktu berdoa selain istiqfar.                                                               

 

Dihalaman yang sama diatas disebutkan, “Diriwayatkan dari Malik bin Yasar bahwa Rasulallah shalllahu'alaihiwasallam bersabda, ‘Jika kamu memohon kepada Allah maka mohonlah dengan bagian dalam telapak tanganmu, jangan dengan punggungnya.’                                                                                                                                                               

Sedangkan riwayat dari Salman bahwa Nabi shalllahu'alaihiwasallam bersabda, “Sesungguhnya Tuhanmu yang Mahaberkah dan Mahatinggi adalah Mahahidup lagi Mahamurah, Dia merasa malu terhadap hamba-Nya jika ia menadahkan tangan (berdoa) kepada-Nya, akan menolaknya dengan tangan hampa’”. Lihat hadis ini, Allah subhaanahuuwata'aala tidak akan menolak doa hamba-Nya sambil menadahkan tangan kepada-Nya.

 

**Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis dari Anas bin Malik r.a, “Aku pernah melihat Rasulallah shalllahu'alaihiwasallam mengangkat dua tangan ke atas saat berdoa sehingga tampak warna keputih-putihan pada ketiak beliau.”

 

Demikianlah adab dan tatakrama berdoa kepada Allah Jalla jalaaluh. Agak aneh, jika golongan yang tidak mau mengangkat tangan waktu berdoa dengan alasan tidak ada dalil dari Rasulallah shalllahu'alaihiwasallam!

Wallahua'lam.

Silahkan ikuti kajian berikutnya.