Fatwa beberapa tokoh mazhab wahabi-salafi lainnya yang berlawanan dengan  para salaf:

Dalam kitab Halaqat Mamnu’ah karangan Hisyam al-Aqqad ,ulama Wahabi-Salafi, disebutkan bahwa mengucap zikir Laillaha ilallah sebanyak seribu kali adalah sesat dan musyrik (padahal dalam Al-Quran surah al-Ahzab [33]:41 Allah berfirman;“Wahai orang-orang yang beriman berzikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” Zikir Lailaha illallah ini diriwayatkan pula dalam beberapa hadis Rasulallah Saw.sebagai zikir yang utama.

Dalam kitab karangan Abdullah Ibnu Zaid ,ulama Wahabi-Salafi, yang berjudul al-Iman bi al-Anbiyai Jumlatan (beriman kepada semua Nabi) disebutkan, “Adam a,s. bukanlah Nabi dan juga bukan Rasulallah”. Ungkapan ini juga menyalahi pendapat para salaf saleh. Firman Allah Swt. ‘Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imron atas seluruh alam. Walaupun ayat ini secara zhohir tidak menyebut sebagai Nabi, namun pensejajaran nama Adam a.s. dengan para Nabi itu menunjukan tentang kenabian beliau.

Imam Bukhori dalam kitab sahihnya ‘Alhadis Al-Anbiya’ telah menggolongkan Adam a.s termasuk para Nabi. Begitu juga riwayat Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhamad Saw. disebutkan disana bertemu para Nabi yang berada diatas langit dan nabi Adam termasuk didalamnya.  .  

Ibnu Baz–ulama senior mazhab wahabi-salafi–mengatakan, mengucapkan kalimat Shadaqallahul-adzim (maha Benar Allah dengan segala firman-Nya) setelah selesai membaca AlQuran, adalah bid’ah sesat dan haram hukumnya! Padahal, Islam justru menganggap baik mengucapkan kalimat itu karena mengandung pujian kepada Allah dan sesuai dengan firman Allah Swt. dalam  surah Ali-Imran [3]: 95, “Katakanlah shadaqallahu (Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya).”)……Masih banyak lagi fatwa-fatwa yang aneh dari kelompok Wahabi, yang berlawanan dengan para Salaf Saleh. Wallahua'lam

Silahkan ikuti kajian berikutnya