Batalkah wudu, menyentuh wanita bukan muhrim?

Batalkah wudu, menyentuh wanita bukan muhrim?

Umat islam Indonesia khususnya, menganut mazhab Syafi’iyah ,yang berpendapat, wudu akan batal bila menyentuh atau tersentuh dengan istrinya atau wanita lain yang bukan muhrimnya. Persoalan ini, bagi pemeluk mazhab Syafi’i sangat penting sekali, karena akan menyangkut soal sah atau tidaknya sembahyang. Ada golongan muslimin ,khususnya anti mazhab, yang sering mencela, mensesatkan kelompok Syafi’íyah ini. Mereka mengatakan, mazhab ini tidak berdalil dari Al-Quran dan sunnah Rasulallah Saw.. Berikut ini, kami kutip beberapa dalilnya;

  • At-Tuhfatun Imam Syafi’i ,rahimahullah, menulis dalam kitab Al-Umm jilid 1 hal.15-16, “Apabila seseorang pria memegang/ menyentuh istrinya dengan tangannya dan kulitnya tanpa dilapisi kain ,baik dengan bersyahwat (nafsu) maupun tidak bersyahwat, wajib baginya wudu kalau hendak sembahyang dan wajib pula bagi istri yang disentuhnya.”
  • Imam Nawawi ,rahimahullah,–seorang ulama pakar  bermazhab Syafi’i–dalam kitabnya Minhajut Thalibin bab Asbabul hadas mengatakan, “Yang ketiga (yang membatalkan wudu), bertemu kulit pria dengan kulit wanita, kecuali mahram (muhrim) menurut fatwa yang lebih dhohir. Orang yang disentuh, sama hukumnya dengan yang menyentuh, menurut fatwa yang jelas. Dan tidak membatalkan wudu, kalau bersentuhan dengan anak kecil, dengan rambut, dengan gigi dan kuku, menurut pendapat yang lebih sahih “. Wallahua'lam
  • Silahkan baca uraian berikutnya.