Beberapa dalil-dalil para imam

Beberapa dalil-dalil para imam ini, antara lain:

Allah Swt. berfirman,“….dan jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau datang dari tempat buang air (wc) atau kamu telah menyentuh wanita (Au Lamastumun Nisa) kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamum lah kamu dengan tanah yang baik (suci), sapulah wajahmu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”(QS An-Nisa [4]:43).

“…jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit (sakit yang tidak boleh kena air) atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (wc) atau menyentuh wanita (Au Lamastumun Nisa) lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah..sampai akhir ayat “(QS.Al-Maidah [5]:6)

Kalimat, Au Lamastumun Nisa di dua ayat tersebut, sebagian  besar (jumhur) ulama ahli tafsir–khususnya mazhab Syafi’iyah–mengartikan, menyentuh bukan bersetubuh. Arti kata Lamasa, ‘Al massu bil yadi’ (menyentuh dengan tangan) [baca kamus al-Muhith jilid 2 hal.249, kamus al-Mu’atmad dan kamus Munjid]. Tidak ada, ayat Qur’an yang mengartikan ‘Lamasa’ dengan bersetubuh atau bercium-ciuman. Tidak ada pula, dalam hadis Nabi Saw. yang mengartikan lamasa dalam dua surah tersebut dengan ‘menyentuh dengan syahwat’, karena dalam ayat itu, sudah ada kalimat Junuban yang berarti bersetubuh. (setelah bersetubuh tapi belum bersuci). Oleh karena itu,, Allah Swt berfirman dalam dua ayat itu, Junuban untuk bersetubuh dan kalimat lamasa untuk menyentuh.

Imam Malik bin Anas rahimahullah, dalam kitabnya  al-Muwatha jilid 1 hal.65, “ Mengabarkan kepadaku Yahya,  dari Malik, dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah, dari bapaknya, Abdullah bin Umar, beliau berkata, ‘Ciuman lelaki atas istrinya, dan menyentuh dia dengan tangannya, termasuk mulamasah, maka barangsiapa mencium istrinya, atau menyentuhnya dengan tangannya, wajib ia berwudu (kalau akan sembahyang)“.

Abdullah bin Umar bin Khatab, seorang sahabat Nabi yang utama, banyak merawikan hadis dari Nabi Saw.. Beliau tegas mengatakan, bersentuh dengan wanita ,bukan muhrim, mewajibkan wudu kalau akan sembahyang. Wallahua'lam.

Silahkan baca uraian berikutnya.