Hadis Safinah (perahu)

Selain hadis-hadis di atas, ada juga riwayat mengenai kemuliaan ahlul bait, yang dikenal dengan hadis safinah  (perahu). Rasulallah Saw. bersabda;

اَلاَ إِنَّ مَثَلَ أَهْلَ بَيْتِي فِيْكُمْ كَمَثَلِ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ مَنْ رَكِبَهَا نَجًا, وَمَنْ   

 تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرَقَ                                                       

Ingatlah, sesungguhnya perumpamaan ahlu baitku bagi kalian seperti bahtera Nuh, siapa yang menaikinya selamat dan siapa yang tertinggal akan tenggelam.” Hadis ini, bisa kita temukan di dalam: [Al-Mustaddrak Al-Hakim jilid 3, hal.151; Nizham Durar As-Samthin oleh Az-Zarnadi al-Hanafi hal.235; As-Shawa’iqul Muhriqah oleh Ibnu Hajar hal.184 dan 234, cet. Al-Muhamadiyah, Mesir, hal. 111 dan 140 cet. Al-Maimaniyah, Mesir; Yanabi’ul Mawaddah oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 30 dan 370 cet.Al-Haidariyah, hal. 27 dan 308 cet.Istanbul; Tarikh al-Khulafa’ oleh As-Suyuthi Asy-Syafi’i;  Is’afur Raghibin oleh As-Shabban Asy Syafi’i hal.109 cet.As-Sa’idiyah, hal.103 cet. Al-Usmaniyah; Faraid As-Samthin jilid 2 hal. 246 hadis ke 519].

Sabda beliau Saw:

إِنَّمَا مَثَلُ أَهْلِ بَيْتِي فِيْكُمْ كَمَثَلِ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ مَنْ رَكِبَهَا نَجًا, وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرَقَ وَ إِنَّمَا مَثَلُ أَهْلِ بَيْتِي فِيْكُمْ مَثَلُ بَابِ حِطَّةٍ فِيْ بَنِى إِسْرَائِيْلَ منْ دَخَلَهُ غُفِرَ لَهُ.

                                                          

Sungguh perumpamaan Ahlu Baitku bagi kalian, seperti bahtera Nuh. Siapa yang menaikinya selamat, dan siapa yang tertinggal akan tenggelam. Dan, perumpamaan Ahlu-Baitku bagi kalian seperti pintu Hith-thah Bani Israil, siapa yang memasukinya ia akan diampuni”.

Hadis ini, bisa kita jumpai  dalam: [Al-Mu’jam As-Shaqir oleh Ath Thabrani jilid 2, hal.22; Kifayah Ath-Thalib oleh Al-Kanji Asy-Syafi’i hal.378, cet.Al-Haidariyah, hal. 234, cet. Al-Ghira; Majma’uz Zawaid oleh Al-Haitsami Asy-Syafi’i jilid 9, hal.168; Ihyaul Mayat oleh As-Suyuthi (catatan pinggir); Al-Ittihaf oleh Syibrawi hal.113; As-Shawa’iqul Muhriqah oleh Ibnu Hajar, hal.91 cet.Al-Maimaniyah, hal.150 cet. Al-Muhamadiyah Mesir; Yanabi’ul Mawaddah oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, hal.28, 298, cet. Istanbul, hal. 30, 358, cet. Al-Haidariyah]. 

Makna perumpamaan Ahlul Bait sebagai pintu pengampunan, Allah Swt. telah menjadikan pintu itu sebagai perwujudan sikap merendahkan diri terhadap keagungan-Nya. Sikap seperti ini, akan menyebabkan datangnya maghfirah atau ampunan-Nya. Demikian pula, bila umat ini dengan segala keikhlasan, mau mengikuti petunjuk penerus Nabi Saw. yaitu para Imam dan Ulama dari kalangan keturunan Rasulallah Saw. merupakan perwujudan sikap patuh serta tunduk pada kehendak Allah Swt. Sabda Rasulallah Saw. yang lain,

                                                      اَلنُّجُوْمُ أَمَانٌ ِلأَهْلِ الأَرْضِ مِنَ الْغَرَقِ وَ أَهْلُ بَيْتِي

                                                أَمَانٌ ِلأُمَّتِي مِنَ أَ لإِخْتِلاَفِ (فِي الدِّيْنِ) فَإِذَا خَالَفَتْهَا

                                                قَبِيْلَةٌ مِنَ الْعَرَبِ (يَعْنِىْ فِي أَحْكَامِ اللهِ تَعَالَى)

                                                إِخْتَلَفُوْا فَصَارُوْا حِزْبَ إِبْلِيْس

“Bintang-bintang adalah keselamatan bagi penghuni bumi dari (bahaya) tenggelam (di dasar laut), dan ahlubaitku adalah keselamatan bagi umatku dari perselisihan (masalah hukum hukum Allah Swt.). Apabila, ada kabilah Arab yang membelakangi ahlubaitku, mereka akan berselisih, kemudian akan menjadi kelompok iblis”. (HR.Al-Hakim dan dibenarkan oleh Bukhari dan Muslim).

Hadis ini, bisa kita rujuk didalam; [As-Shawa’iqul Muhriqah oleh Ibnu Hajar hal.91 dan 140 cet. Al-Maimaniyah, hal.150 dan 234 cet. Al-Muhamadiyah; Muntakhab Kanzul Ummal (catatan pinggir), Musnad Ahmad jilid 5 hal.93; Jawahirul Bihar oleh An-Nabhani jilid 1, hal. 361 cet. Al-Halabi Mesir dan lain-lainnya].