Sahabat Nabi Saw. pun Bertabaruk

Sahabat Nabi Saw. pun Bertabaruk

Dalam sebuah hadis, Rasulallah Saw. memerintahkan para sahabat untuk mengambil berkah dari sumur di mana unta betina Nabi Saleh minum di situ. (Sahih Bukhari, IV: Buku 55,no.562). Menurut riwayat sumur Nabi Saleh a.s. terdapat di Kota Asir, Arab Saudi dekat perbatasan Yaman. Banyak para sahabat waktu itu di antaranya Ali bin Abi Thalib, Mu’adz bin Jabal, Abu Musa Al-Asyari [r.a] diutus oleh Rasulallah Saw. ke Yaman.

Khalifah Umar r.a. ketika mengunjungi Ka’bah berkata pada Hajar Al-Aswad, “Kamu tidak bisa apa-apa, tapi saya menciummu untuk mengikuti Rasulallah Saw..” Atas ucapan Khalifah Umar ini, Khalifah Ali k.w. berkata pada Khalifah Umar sebagai berikut, “Rasulallah Saw. berkata di hari pengadilan hajar Al-Aswad akan menjadi perantara (saksi) atas orang-orang.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Al-Baihaqi, At-Tabharani dan Bukhari dalam kitab Risalahnya). Dan khalifah Umar r.a. berterima kasih pada Ali bin Thalib kw.

Kaum Wahabi, menyebarkan versi hadis terakhir ini dengan mengurangi dari riwayat aslinya. Mereka menceritakan hanya sampai kata-kata Khalifah Umar r.a. saja, dan membuang perkataan Imam Ali k.w. yang menyatakan, Hajar al-Aswad akan menjadi wasilah atau perantara pada hari pengadilan nanti. Golongan ini, tidak siap untuk mengambil pengajaran dari sebagian isi Al-Quran dan Sunnah karena berlawanan secara langsung dengan metode literalis mereka.

Mengenai hajar aswad Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya mengatakan,Nabi Saw. bersabda,

                         الحَجَرُ وَ الرّ ُكْنُ  اليَمَانِي يَحُط ُّ الخَطاَيَا حَطاًّ          

“Hajar aswad (batu hitam) dan rukun yamani menggugurkan dosa sebanyak-banyaknya”. (dinukil dari kitab Fiqih Sunnah oleh Sayid Sabiq jilid 5 hal. 152).

Silahkan baca uraian selanjutnya