Manfaat dari doa

Manfaat dari doa

Semua riwayat di atas ini, menunjukkan pula seorang yang telah wafat masih dapat tertolong oleh bantuan amalan dan doa orang yang masih hidup. Hanya saja, yang demikian ini terserah pada Allah, karena rahmat Allah dan kurnia-Nya tidak terbatas. Hadis terakhir diatas, menunjukkan dibolehkannya orang yang ketinggalan shalat jenazah untuk bershalat di kuburannya.

Allah Swt. berfirman, ‘siapa yang berdoa kepada-Nya  akan dikabulkannya’ (surah Al-Mu’min [40]:60) dan surah Al-Baqarah [2]:186).

Firman Allah Swt.,“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa; Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami”.(Al-Hasyr [59]: 10). 

Ayat ini, selain membuktikan Islam sangat menekankan doa untuk orang terdahulu, juga sebagai bukti  mendoakan kepada yang telah wafat–meskipun bukan anak atau kerabat–akan sampai dan bermanfaat bagi mayat di alam barzakh.

Nabi Saw. juga mensunnahkan memohonkan ampun bagi mayat pada waktu shalat jenazah, ziarah kubur dan waktu lainnya atau berdoa pada ketika baru selesai dimakamkan, agar dikuatkan pendiriannya. 

Sebuah hadis yang diterima dari Usman bin Affan, di riwayatkan oleh Abu Dawud, disahihkan oleh Hakim dan oleh Al-Bazzar: Bila selesai menguburkan mayat, Nabi Saw., berdiri dihadapannya dan bersabda: ‘Mohonkanlah ampun bagi saudara kamu, dan mintalah dikuatkan hatinya, karena sekarang ini ia sedang ditanya (oleh Malaikat Munkar dan Nakir)’”.

Ibnu Hajr dalam kitabnya Khatimatul Fatwa mengatakan, manfaat terbesar yang dapat diperoleh dengan doa, orang yang berdoa tidak akan dikecewakan sama sekali. Bila takdirnya bergantung  pada doa, ia akan melihat manfaat doanya, namun, bila takdirnya itu tidak bergantung pada doa maka manfaat doa adalah ganjaran pahala, karena doa termasuk ibadah.  

Salman Farisi menyatakan, Rasulallah Saw. bersabda, “Tidak dapat menolak qadha/takdir (Allah Swt.) kecuali doa’, dan tidak bisa menambah umur kecuali kebaikan!” (HR. Tirmidzi).

Dari Aisyah r.a. Rasulallah Saw. bersabda, “Tidak mempan (tidak bisa menolak) sikap berhati-hati terhadap takdir, sedang doa itu akan memberi manfaat, baik terhadap hal-hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Dan sungguh, malapetaka itu turun, lalu disambut oleh doa, maka bergulatlah keduanya sampai hari kiamat".(HR Bazzar dan Thabrani, Hakim menyatakan isnadnya sah). Maksud hadis ini,  Allah Swt. bisa merubah takdir mala-petaka yang akan dikenakan pada hamba-Nya dikarenakan doa hamba itu kepada-Nya.

Dengan demikian, isi dan inti doa dalam shalat jenazah dan ziarah kubur, mohon ampunan untuk si mayat, ampunan ini adalah salah satu syafa’at dan manfaat yang besar serta selalu diharapkan oleh setiap  muslimin!! Wallahua'lam.

Silahkan baca uraian selanjutnya