Kesimpulan Singkat

Kesimpulan singkat:

Dengan adanya riwayat-riwayat diatas, kita bakal bertanya;  

  • Mengapa kita menuduh Abu Thalib sebagai penyembah berhala dan apa manfaatnya, padahal ia meyakini pesan-pesan Nabi Muhamad dengan menyatakannya secara politisnya dan kadang-kadang ia nyatakan secara terang-terangan?
  • Apa manfaatnya bagi kita dengan menyatakannya kafir padahal, terdapat juga riwayat-riwayat para pakar Islam atas keimanan beliau? Hati-hati, jangan mudah mengkafirkan seseorang, yang riwayatnya masih banyak diperselisihkan. Oleh karena itu, bisa menjadikan diri kita sendiri orang kafir dengan menuduh orang Islam sebagai orang kafir?
  • Mengapa kita sering gembar gembor menuduhnya kafir, padahal ia membela Nabi Muhamad dengan segala yang ia miliki dan menjaga hidup Nabi Muhamad selama 11 tahun?
  • Apakah mungkin ,baik secara aqli dan naqli, beliau dianggap kafir atau musyrik dan disamakan dengan orang kafir quraisy ,penyembah berhala, yang selalu menentang dan mengintimidasi Nabi Saw, sedangkan Abu Thalib melakukan sebaliknya, yang membantu beliau Saw. menolak dan penyembahan kepada memberantas berhala-berhala?

Mungkin ada yang menjawab; Abu Thalib membela Nabi Muhamad Saw. karena beliau sebagai kemenakannya! Abu Lahab yang juga pamannya dan menyayanginya, kenapa menentangnya?Pikirkanlah!

Seumpama, ketika itu Abu thalib memeluk islam secara terang-terangan, seperti yang dilakukan oleh Hamzah dan Abbas, tentu ia tidak akan dapat memberi perlindungan dan pembelaan kepada Rasulallah Saw. Karena kaum musyrikin quraisy pasti memandangnya sebagai musuh, bukan sebagai pemimpin masyarakat Makkah, yang harus dihormati dan disegani. Jika demikian, tentu ia tidak mempunyai lagi kewibawaan untuk mengumpulkan atau menekan perlawanan mereka terhadap Rasulullah Saw, dan juga tidak dapat membentengi dakwah beliau. Memang benar ,pada lahirnya Abu thalib nampak seagama dengan mereka, tetapi apa yang ada di dalam batinnya tentu hanya Allah yang tahu. Seperti halnya, firman Allah bahwa istri Firaun juga menyembunyikan keimanannya terhadap suaminya Firaun ini. Oleh karena itu, jangan ceroboh menuduhnya musyrik!!

  • Sayid Muhamad Rasyid dalam Tafsir Al Manar menguraikan pendapat sementara ulama tentang hadis Nabi Saw. yang menyatakan: ”Seandainya Fathimah putri Muhamad mencuri niscaya pasti kupotong tangannya” (HR. Bukhari dan Muslim melalui  Aisyah r.a). Menurutnya, ada ulama yang enggan menyebut Fathimah dalam riwayat ini, dan menggantinya dengan kata Fulanah (si A), atas pertimbangan, bahwa perasaan Nabi akan tersinggung bila orang lain menyebut nama putri beliau sebagai contoh untuk sesuatu yang buruk”.

Apalagi masalah riwayat ,tentang kekafiran Abu Thalib, yang masih adanya perbedaan pendapat dikalangan ahlus sunnah sendiri, dan ayat at-taubah 113 dan al-Qoshosh 56 berbicara secara umum, dan dapat mencakup siapapun dan kapanpun. 

Umpama saja, semua ulama sepakat atas kekafiran Abu Thalib, kita tidak perlu memperuncing,memperbesar, dan gembar gembor sana sini untuk menceriterakan riwayat kekafiran Abu Thalib. Kita akan bertanya dan harus dijawab secara konsekwen, bagaimana perasaan seorang ulama, bila ada paman atau orang tuanya yang kafir? Kemudian, masyarakat muslimin gembar gembor sana sini menceriterakan kekafiran famili ulama ini, apakah ulama tersebut tidak bertambah sedih mendengarnya? Sudah tentu, sedih bagi orang yang mau berpikir.

Demi menjaga perasaan beliau Saw., serta mengingat jasa-jasa Abu Thalib kepada Nabi Saw, hendaknya persoalan itu tidak dibahas secara panjang lebar dan tidak ada faedahnya. Ingat, firman Allah Swt., “Sesungguhnya  orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan akhirat, dan disiapkan bagi mereka siksa yang menghinakan”. (QS.Al-Ahzab [33]:57).

Demikianlah riwayat ahlul bait Rasulallah dan para wali lainnya. Semoga semua yang tercantum di site yang sederhana ini, bisa memberi manfaat bagi diri dan keluarga kami khususnya serta semua muslimin umumnya. Amin

Sudah tentu sebagai manusia, yang penuh kekurangan, tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan, karenanya kami mohon pada Allah Swt. untuk sudi mengampuni diri kami bila ada kesalahan dan kekhilafan dalam  site ini. 

”Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahwafatlah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” Bi Haqqi Muhamad Wa Ali Muhamad, kabulkanlah ya Allah doa kami. 

 

Wa ma taufiqi illa billah, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unib.

 

Hamba yang lemah

A.Shihabuddin