Pahala pembacaan Al-Quran dan manfaatnya

Pahala pembacaan Al-Quran dan manfaatnya

Ibnu Mas’ud ra berkata: Rasulallah Saw. bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, adalah hasan/baik dan tiap hasanat/kebaikan mempunyai pahala berlipat sepuluh kali. Saya tidak berkata, Alif lam mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (HR. At-Tirmidzi).

Di antara kaum golongan Pengingkar, ada yang yang mengatakan bahwa Ibnul Qayyim menyatakan, “semua hadis berkenaan dengan keutamaan surah-surah dalam Al-Quran adalah palsu. Alasannya, adalah bahwa para pemalsu ini bertujuan agar kaum Muslim hanya sibuk dengan membaca surah-surah tertentu dari Al-Quran serta menjauhkan mereka membaca isi Al-Quran yang lain”.

Jika saja, Ibnul Qayyim benar berkata demikian, ini juga bukan suatu dalil/hujjah untuk melarang membaca ayat-ayat tertentu dari ayat Al-Quran. Tidak sedikit hadis yang menyebutkan keistemewaan dan pahala tertentu pada ayat-ayat Al-Quran. Dengan demikian, pendapat Ibnul Qayyim terbantah dengan hadis-hadis berikut, tentang bacaan dan keistemewaan surah Ya-Sin dan surah-surah lain:

  • Mi'qal bin Yasar r.a berkata; Nabi Muhamad Saw. bersabda, ‘Iqrauu yaasin ‘alaa mautaakum’, artinya "Bacakanlah untuk orang yang akan/telah wafat (mautakum) surah Ya-Sin". (HR.Sunan Abu Daud jilid III hal.91). Sebagian ulama mengatakan, yang dimaksud lafadz  موتاكم dalam hadis diatas, orang yang hampir wafat, bukan orang yang telah wafat, hadis tersebut menggunakan arti majas (arti kiasan), bukan arti aslinya. Akan tetapi, tidak salah juga jika kita artikan lafaz tersebut dengan arti aslinya, orang yang telah wafat. Oleh karena itu, perawi hadis ini ,imam Abu Daud, sendiri memberi judul hadis ini Babul quraati indal maiyit.
  • Riwayat serupa diatas, dari Abu Hurairah r.a  telah dicatat oleh Abu Ya’la dalam Musnad beliau dan Ibnu Katsir telah mengklasifikasikan rantai periwayatnya (sanadnya) sebagai Hasan/baik (Tafsir Ibnu Katsir Juz 3 hal. 570).
  • Al-Baihaqi dalam Sya’bul Iman menjelaskan sebuah hadis riwayat Mi’qal bin Yasar, Rasulallah Saw. bersabda, “Barangsiapa membaca Ya-Sin semata-semata demi keridhaan Allah, ia memperoleh ampunan atas dosa-dosanya yang telah lalu. Karenanya, bacakan oleh kalian Ya-Sin bagi orang yang wafat di antara kalian (muslimin)”.
  • Ma’aqal Ibnu Yassar r.a. meriwayatkan, Rasulallah Saw. bersabda,“Ya Sin adalah kalbu (hati) dari Al-Quran. Tak seorang pun yang membacanya dengan niat menginginkan akhirat melainkan Allah akan mengampuninya. Bacalah, atas orang-orang yang telah wafat di antaramu.” (HR Abu Dawud). Imam Hakim dalam Mustadrak jilid 1, hal.565 mengklasifikasikan hadis ini sebagai sahih, lihat juga at-Targhib jilid 2 hal. 376. Hadis yang serupa, diriwayatkan oleh Hafidz As–Salafi (Mukhtasar Al-Qurtubi 26).
  • Imam Malik bin Anas, dalam kitabnya Al-Muwatha meriwayatkan, Nabi Saw. bersabda, “Barang siapa membaca Surah Ya Sin pada malam hari dengan niat mencari ridha Allah dosa-dosanya akan diampuni”. Ibnu Hibban mensahihkannya (Sahih Ibnu Hibban jilid 6 hal.312, atau At-Targhib jilid 2 hal. 377).
  • Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dalam Musnad-nya dengan sanad dari Safwan, ia berkata, “Para ulama biasa berkata, jika Ya Sin dibaca oleh orang-orang yang akan wafat, Allah akan memudahkan maut itu baginya.” (Tafsir Ibnu Katsir jilid 3 hal. 571).
  • Rasulallah Saw.bersabda,“Apakah kalian sanggup membaca sepertiga Al-Quran dalam satu malam? Rupanya hal itu memang terasa berat bagi mereka, jawab mereka: ‘Siapa pula yang akan sanggup melakukan itu di antara kami, ya Rasulallah!’. Maka sabda Nabi Saw. ’Allahul wahidus shamad’. (Maksudnya surah Al-Ikhlas) adalah sepertiga dari Al-Quran”.(HR.Bukhari, Muslim dan An-Nasa’i).
  • Hadis dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a, Nabi Saw. bersabda: 'Adanya Rasulallah Saw. berlindung dari gangguan jin dan mata manusia dengan beberapa doa, setelah diturunkan kepadanya Almu’awidatain (Surah Al-Falaq dan An-Naas) beliau Saw. membaca keduanya itu dan meninggalkan segala doa-doa lainnya'. (HR. At-Tirmidzi). Hadis ini, menunjukkan dua surah tersebut mempunyai keistemewaan tertentu, bisa menghalangi dan menolak gangguan jin dan mata manusia.
  • Hadis dari Abu Mas’ud Al-Badri r.a. berkata, bersabda Nabi Saw.,“Siapa yang membaca dua ayat dari akhir surah Al-Baqoroh pada waktu malam telah mencukupinya“. (HR.Bukhori dan Muslim). Kata-kata telah mencukupinya dalam hadis ini, berarti ia telah terjamin keselamatannya dari gangguan setan pada malam itu. Ini juga termasuk keistemewaan tertentu dari dua ayat terakhir dari surah Al-Baqoroh (dimulai dari Aamanar Rosuulu bimaa unzila ilaihi [ayat 285]...sampai akhir ayat al Baqoroh).
  • Hadis dari Abu Hurairah r.a Nabi Saw. bersabda, ‘Jangan kamu jadikan rumahmu bagaikan kubur ,hanya untuk tidur belaka, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan padanya surah Al-Baqarah’.(HR.Muslim).
  • Hadis dari Abu Darda r.a, sabda Rasulallah Saw., ‘Siapa yang hafal sepuluh ayat dari awal surah Al-Kahfi, akan terpelihara dari godaan fitnah Dajal’. (HR.Muslim). Dalam lain riwayat, ‘Sepuluh ayat dari akhir surah Al-Kahfi’. Hadis ini, menunjukkan keistemewaan tertentu, terhindar dari fitnahan Dajal.
  • Rasulallah Saw. bersabda,“Di dalam Al-Quran ada surah berisi tiga puluh ayat yang dapat membela seseorang hingga diampunkan baginya. Surah di maksud adalah  yaitu Tabarokallazi Biyadihil Mulku (QS Al-Mulk)’. (HR.Abu Dawud dan Tirmidzi) Hadis ini, menunjukkan keistemewaan dan pahala tertentu juga. Tentu di sini, juga tidak berarti orang mempunyai firasat bahwa Al-Quran hanya terdiri dari surah Al-Mulk

Selain yang telah kita kemukakan, masih banyak lagi surah-surah Al-Quran yang memiliki keistemewaan tertentu, seperti surah al-Fatihah, surah al-Kahfi, keutamaan ucapan Laa ilaaha illallah, membaca Tasbih, Takbir dan Sholawat atas Nabi Saw. dan sebagainya.

Hadis-hadis diatas, tentu tidak berarti orang mempunyai firasat, Al-Quran hanya terdiri dari surah-surah yang tersebut diatas saja. Tidak juga harus berpandangan, kita hanya diharus- kan membaca surah tersebut serta menjauhi ayat Al-Quran lainnya, sebagaimana di-isukan oleh sejumlah ulama golongan Pengingkar. Walaupun, kita setiap hari membaca berulang-ulang hanya satu surah saja dari Al-Quran, akan tetap dapat pahala bagi yang membacanya karena termasuk ayat Al-Quran dan tidak ada satu hadis atau ayat ilahi yang melarang orang membaca hanya satu ayat dari Al-Quran. Itu, hanya angan-angan dan dongengan golongan pengingkar! Tentu kita sangsi, jika Ibnu Qayyim menyatakan hadis-hadis di atas sebagai hadis palsu.

Pandangan demikian lebih menunjukkan sebagai konsekuensi dari kefanatikan golongan, jika tidak hendak disebut sebagai akibat dari kedangkalan ilmu! Wallahua'lam.

Silahkan baca uraian selanjutnya