Sahabat Saling MenciumTangan dan Kaki di antara Mereka

Sahabat Saling MenciumTangan dan Kaki di antara Mereka

  • Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya al-Adab al-Mufrad (hadis no.976) dengan sanad sahih bahwa sahabat Ali Ibnu Abi Thalib mencium tangan dan kaki Abbas Ibnu Abdul Muthalib. Padahal, Sayidina Ali juga seorang sahabat yang mulia. Karena Sayidina Abbas selain pamannya juga seorang yang saleh. 
  • Dari Shuhaib, ia berkata: Saya melihat sahabat Ali mencium tangan sahabat Abbas dan kakinya. (HR. Bukhari)
  • Dari Ibnu Jad’an, ia berkata kepada Anas bin Malik, “Apakah engkau pernah memegang Nabi dengan tanganmu ini?” Sahabat Anas berkata: “Ya.” Lalu Ibnu Jad’an mencium tangan Anas tersebut. (HR. Bukhari dan Ahmad).
  • Abdullah bin Abbas setelah wafatnya Rasulallah pergi kepada seorang sahabat Rasulallah untuk menuntut ilmu. Suatu ketika, beliau pergi kepada Zaid bin Tsabit, salah seorang sahabat senior yang paling banyak menulis wahyu. Saat itu, Zaid bin Tsabit sedang keluar dari rumahnya. Melihat itu, dengan cepat Abdullah bin Abbas memegang tempat pijakan kaki pelana hewan tunggangan Zaid bin Tsabit. Abdullah bin Abbas menyongsong Zaid untuk menaiki hewan tunggangan- nya tersebut. Namun, tiba-tiba Zaid bin Tsabit mencium tangan Abdullah bin Abbas, karena dia adalah keluarga Rasulallah. Zaid bin Tsabit berkata, “Seperti inilah, kami memperlakukan keluarga Rasulallah.” Padahal, Zaid Ibnu Tsabit jauh lebih tua dari Abdullah bin Abbas. Atsar ini, diriwayatkan juga oleh al-Hafizh Abu Bakar bin al-Muqri dalam Juz Taqbil al-Yad. Juga dinukil oleh al-Hafizh Ibnu Hajar di dalam kitabnya al-Isabah dan as-Sya’bi.
  • Ibnu Sa’d dalam kitab Thabaqat meriwayatkan dengan sanad dari Abdurrahman bin Zaid al-Iraqi, yang berkata, “Kami telah mendatangi Salamah Ibnu al-Akwa di ar-Rabdzah. Lalu, ia mengeluarkan tangannya yang besar seperti sepatu kaki unta, kemudian dia berkata: ‘Dengan tanganku ini, aku telah membaiat Rasulallah’. Maka, kami meraih tangan beliau dan menciumnya”
  • Dalam at-Talkhish al-Habir, al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani menuliskan sebagai berikut, “Tentang masalah mencium tangan ada banyak hadis yang dikumpulkan oleh Abu Bakar bin al-Muqri, beliau mengumpulkannya dalam satu juz penuh. Diantaranya, hadis Abdullah Ibnu Umar, yang menceritakan suatu peristiwa di masa Rasulallah, beliau berkata, ‘Maka kami mendekat kepada Rasulallah lalu kami cium tangan dan kakinya.’” (HR. Abu Dawud). Hadis ini, juga diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Imam an-Nasa’i, Imam Ibnu Majah, dan Imam Abu Dawud dengan sanad yang kuat.
  • Dikeluarkan oleh imam Ibnu al-A’rabi dan Ibnu al-Maqri di dalam Juzu mereka, Abdul Razak di dalam kitabnya al-Musannaf, al-Kharaeti di dalam al-Makarim, al-Baihaqi dan Ibnu Asakir dengan isnad berdasarkan syarat Imam Muslim (sanad tersebut berdasarkan syarat Imam Bukhari dan Muslim), “Sesungguhnya Abu Ubaidah ra mencium tangan sayidina Umar r.a. ketika kedatangannya dari Syam.” Adapun, Tamim bin Salamah menganggap mencium tangan ahli al-Fadl (orang-orang yang mendapat kemuliaan) adalah sunnah. Wallahua’lam.
  • Silahkan baca uraian berikutnya.