Meraih Ridha Allah Dengan Ngalap Barokah

TABARUK

Meraih Ridha Allah Dengan Ngalap Barokah

Tabaruk berasal dari kata barakah. Makna tabaruk,  mengharapkan keberkahan dari Allah Swt. Berkah dalam pengertian umum adalah bertambahnya kebaikan dari sesuatu yang baik. Dalam praktiknya, tabaruk juga memiliki pengertian yang sama dengan tawasul/istighatsah. Contoh yang terdapat dalam kitab-kitab Sirah Nabawiyah  adalah tentang bagaimana para sahabat begitu antusias untuk mendapatkan tetesan wudu baginda Nabi Saw. Tidak lain yang mereka lakukan ini untuk mencari berkah dari air yang menyentuh tubuh beliau Saw. Dan Rasulallah Saw. tidak melarang perbuatan tersebut.  Ini menunjukkan bahwa berkah itu sesungguhnya ada, dan bisa diraih lewat perantara orang-orang yang sangat dekat dengan Allah Swt.

 

Hal lain, yang sering menjadi objek tabaruk adalah ahlul bait Rasulallah Saw. dan para pewaris Beliau Saw., yaitu para ulama dan waliyullah. Praktik tabaruk biasanya dengan menziarahi pemakaman dan pusaka bekas-bekas peninggalan mereka. Di lokasi itu, biasanya dijadikan sebagai majlis zikir, berdoa, bertawasul, dan ngalap barokah. Tentu saja, tabaruk hanya bisa dilakukan dengan sesuatu keyakinan penuh bahwa sarana-sarana (benda atau ruangan) yang dijadikan tabaruk itu tidak dapat mendatangkan manfaat maupun mudarat tanpa seizin Allah Swt. Sebab semua manfaat dan mudarat berada dalam kekuasaan Allah Swt. sepenuhnya.

Sebagaimana argumen mengenai keharaman tawasul, kaum Wahabi-Salafi tidak menyediakan ruang untuk praktik tabaruk. Kaum Pengingkar menyamaratakan semua praktik ini sebagai Haram, dan menghukumi tabaruk atau tawasul sebagai hal yang dilarang atau bahkan ‘syirik’.

Silahkan baca uraian selanjutnya