Mengusap Wajah Setelah Berdoa

Mengusap Wajah Setelah Berdoa

Tidak ketinggalan kaum Pengingkar juga membid‘ahkan mengusap wajah seusai berdoa. Fatwa ini agak aneh, sebab tidak ada larangan dalam agama, malah sebaliknya beberapa hadis yang menjelaskan secara telanjang bahwa Rasulallah Saw. mengusap wajahnya seusai berdoa:.

Abu Dawud meriwayatkan hadis dari Said bin Yazid dari ayahnya: “Apabila Rasulallah Saw. berdoa, beliau selalu mengangkat kedua tangannya, lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya”. HR Abu Dawud, no1275, 1492). Hadis serupa, juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, At Tirmidzi Ibnu Asakir , Ibnu Majah dan Ath-Thabarani melalui sanad dari Umar bin Khatab dan Ibnu Abbas.

Diriwayatkan Umar r.a. yang katanya: “Rasulallah Saw. menadah tangannya ketika berdoa, beliau tidak menurunkan tangan itu hingga menyapu dengan tangannya kewajahnya”. (HR Tirmidzi).

Memang benar, ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa hadis-hadis ini lemah, karena di antara rawinya terdapat seorang yang dipandang lemah oleh pakar hadis. Namun, karena terdapat syawahid (para saksi atau penguatnya) dan diriwayatkan dengan berbagai jalan, maka menurut ulama, hadis dha‘if ini menjadi hadis hasan lighairih (hasan disebabkan adanya riwayat yang lain). Sebagaimana diterangkan dalam kitab Bulughul Maram min Adillatil Ahkam karya al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani, “Sebagai syawahid hadis dari Ibnu Abbas r.a. di sisi Abu Daud dan lainnya, dengan banyaknya beredar hadis itu maka membuat hadis ini (naik derajat) menjadi hasan.”

Imam as-Shan’ani ketika memberi komentar kata-kata Ibnu Hajar didalam kitabnya Subulus Salam Syarh Bulughul Maram, “Dan padanya (hadis tersebut) menjadi dalil atas disyariatkan menyapu wajah dengan kedua tangan setelah selesai berdoa…”      Imam as-Shan’ani berkata, “Ada ulama yang berkata bahwa hikmahnya adalah karena kedua tangan yang diangkat ketika berdoa itu tidak kosong dari rahmat Allah. Maka, wajarlah kalau kedua tangan yang penuh dengan rahmat Allah itu disapukan terlebih dahulu kewajahnya sebelum diturunkan, karena wajah dianggap sebagai anggota tubuh manusia yang paling mulia dan paling terhormat.”

Sejumlah hadis lain mengenai mengusap wajah seusai berdoa, “Rasulallah Saw. bila telah menuju pembaringannya nafatsa (meniup disertai butiran kecil air liur) pada kedua telapak tangannya dengan membaca Qulhuwallahu ahad dan Mu’awid- zatain (surah Al-Falaq dan An-Nas). Lalu mengusapkan kewajah- nya dan anggota tubuhnya yang terjangkau dengan kedua tangan beliau Saw.. Berkata Aisyah ra., “Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku untuk melakukannya untuk beliau Saw..” (Sahih Bukari, hadis no. 5416).

Syekh Abu Bakar bin Muhamad Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin juz I, hal 184-185 menyatakan: “Imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar (hal. 69), dan kami juga meriwayatkan hadis dalam kitab Ibnus Sunni dari sahabat Anas bahwa Rasulullah Saw apabila selesai melaksanakan shalat, beliau mengusap wajahnya dengan tangan kanannya. Lalu berdoa: ‘Saya bersaksi tiada Tuhan kecuali Dia Dzat Yang maha Pengasih dan penyayang. Ya Allah Hilangkan dariku kebingungan dan kesusahan’”.

Dalam kitab al-Adzkar ini pada bab adab-adab ketika berdoa, disebutkan: “Dan telah berkata Abu Hamid al-Ghazali didalam ihya, adab/cara berdoa itu ada sepuluh....Yang ketiga: menghadap kiblat, mengangkat kedua belah tangan dan menyapu keduanya kewajah pada akhir do’a (setelah berdoa) …”.

Dalam kitab Fathul Muin (Al-Malibary): “Dan (disunahkan waktu berdoa itu) mengangkatkan kedua tangan yang bersih sampai sejajar dengan dua bahu, dan disunnahkan menyapu wajah dengan kedua tangan itu seusai berdoa …”

Dalam kitab Hasyiah al-Baijuri juga disebutkan sunnahnya menyapu wajah setelah berdo’a diluar waktu shalat. Wallahua'lam        

Silahkan ikuti kajian berikutnya.