Mengusap Wajah Setelah Berdoa

 

Mengusap Wajah Setelah Berdoa

Tidak ketinggalan kaum Pengingkar juga membid‘ahkan mengusap wajah seusai berdoa. Fatwa ini agak aneh, sebab tidak ada larangan dalam agama, malah sebaliknya beberapa hadis yang menjelaskan secara telanjang bahwa Rasulallah Saw. mengusap wajahnya seusai berdoa:.

  • Abu Dawud meriwayatkan bahwa hadis dari Said bin Yazid dari ayahnya: “Apabila Rasulallah Saw. berdoa, beliau selalu mengangkat kedua tangan- nya, lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya”. Hadis serupa, juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, At Tirmidzi Ibnu ‘Asakir , Ibnu Majah dan Ath Thabarani melalui sanad dari Umar bin Khattab dan Ibnu Abbas.
  • Diriwayatkan Umar r.a. yang katanya: “Rasulallah Saw. menadah tangannya ketika berdoa, beliau tidak menurunkan tangan itu hingga menyapu dengan tangannya kewajahnya”. (HR Tirmidzi).

Memang benar, ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa hadis-hadis ini lemah, karena di antara rawinya terdapat seorang yang dipandang lemah oleh pakar hadis. Namun, karena terdapat syawahid (para saksi atau penguatnya) dan diriwayatkan dengan berbagai jalan, maka menurut ulama, hadis dha‘if ini menjadi hadis hasan lighairih (hasan disebabkan adanya riwayat yang lain). Sebagaimana diterangkan dalam kitab Bulughul Maram min Adillatil Ahkam karya al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani, “Sebagai syawahid hadis dari Ibnu Abbas r.a. di sisi Abu Daud dan lainnya, dengan banyaknya beredar hadis itu maka membuat hadis ini (naik derajat) menjadi hasan.”

Imam as-Shan’ani ketika memberi komentar kata-kata Ibnu Hajar didalam kitabnya Subulus Salam Syarh Bulughul Maram, “Dan padanya (hadis tersebut) menjadi dalil atas disyariatkan menyapu wajah dengan kedua tangan setelah selesai berdoa…”         

  • Imam as-Shan’ani berkata, “Ada ulama yang berkata bahwa hikmahnya adalah karena kedua tangan yang diangkat ketika berdoa itu tidak kosong dari rahmat Allah. Maka, wajarlah kalau kedua tangan yang penuh dengan rahmat Allah itu disapukan terlebih dahulu kewajahnya sebelum diturunkan, karena wajah dianggap sebagai anggota tubuh manusia yang paling mulia dan paling terhormat.”
  • Sejumlah hadis lain mengenai mengusap wajah seusai berdoa, “Rasulallah Saw. bila telah menuju pembaringannya nafatsa (meniup disertai butiran kecil air liur) pada kedua telapak tangannya dengan membaca Qulhuwallahu ahad dan Mu’awidzatain (surah Al-Falaq dan An-Nas). Lalu mengusapkan kewajahnya dan anggota tubuhnya yang terjangkau dengan kedua tangan beliau Saw.. Berkata Aisyah ra., “Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku untuk melakukannya untuk beliau Saw..” (Sahih Bukari, hadis no. 5416).
  • Imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar (hal.69) meriwayatkan hadis dari Anas bahwa Rasulallah Saw. apabila selesai melaksanakan shalat, beliau mengusap wajahnya dengan tangan kanannya. Lalu berdoa: “Saya bersaksi tiada Tuhan, kecuali Dia Dzat Yang maha Pengasih dan Penyayang. Ya Allah hilangkan dariku kebingungan dan kesusahan.” Wallahua’lam.
  • Silahkan baca uraian berikutnya.